021- 82628878 sales@salimperkasa.co.id

Fungsi utama clam shell dalam proyek konstruksi adalah untuk menggali dan memindahkan material curah seperti pasir, tanah, lumpur, batu kecil, atau kerikil dari satu tempat ke tempat lain. Alat ini bekerja dengan cara membuka dan menutup dua “cangkang” seperti kerang, yang menjepit material dari permukaan atau dalam galian, lalu mengangkatnya ke atas. Clam shell sangat efisien digunakan di area terbatas, galian dalam, atau lokasi yang sulit dijangkau alat berat biasa.

Dalam dunia konstruksi, clam shell banyak digunakan untuk:

  • Pengerukan dasar sungai, kanal, atau pelabuhan

  • Penggalian pondasi dalam atau lubang silinder

  • Pemindahan material ke dump truck, tongkang, atau area penimbunan

  • Penanganan limbah lumpur atau tanah basah

Sementara dalam konteks “panggilan”, istilah ini biasanya mengacu pada pekerjaan proyek yang memerlukan kehadiran alat berat tertentu sesuai kebutuhan lapangan. Dalam hal ini, clam shell dipanggil atau disewa untuk tugas-tugas khusus yang melibatkan penggalian vertikal atau pengerukan dalam volume besar, seperti proyek dermaga, tambang terbuka, atau perbaikan saluran air.

Singkatnya, clam shell berfungsi sebagai alat pengangkat dan penggali vertikal yang andal untuk pekerjaan yang membutuhkan daya jangkau dari atas serta kapasitas angkut material yang besar dan cepat.

Panggilan atau istilah clam shell merujuk pada bentuk bucket alat ini yang menyerupai dua cangkang kerang (clam shell) yang membuka dan menutup, sekaligus menggambarkan mekanisme pengoperasiannya baik dengan sistem sling (kabel) pada model lama maupun hidrolik pada model modern untuk menggali dan mengangkat material.

Kesimpulannya, clam shell adalah alat berat esensial untuk menangani material curah di lokasi konstruksi yang sulit dijangkau dengan excavator biasa, menghasilkan efisiensi tinggi dalam penggalian, pemuatan, dan pemindahan material di berbagai proyek konstruksi dan pengerukan.