Uji emisi butuh alat khusus untuk ukur gas buang akurat (CO, HC, NOx, asap). Standar Dishub Indonesia (Permen LHK) pakai gas analyzer digital. Cocok untuk posko umum, bengkel, atau alat berat. Berikut daftar lengkap beserta fungsi—teknisi harus kalibrasi rutin!
1. Alat Utama Pengukur Emisi
- Gas Analyzer (Portable 4-gas): Ukur CO, HC, CO2, O2 secara real-time. Contoh: Testo 350 atau AZ-ADA400. Probe knalpot panjang 30-50 cm.
- Smoke Meter (Opacimeter): Khusus diesel, ukur kepadatan asap %. Contoh: AVL 415S.
- RPM Meter (Tachometer): Cek putaran mesin idle (kontakless laser).
2. Perlengkapan Pendukung Tes
- Probe Exhaust Gas: Selang fleksibel + filter anti-kondensasi, panjang 1-2 meter.
- Kalibrasi Gas: Tabung campuran gas standar (CO 1-5%, HC 100-500 ppm) untuk zero/span kalibrasi harian.
- Thermometer & Hygrometer: Ukur suhu & kelembaban udara (pengaruh hasil).
3. Alat Keselamatan dan Aksesoris
- Safety Gear: Masker gas, sarung tangan nitril, kacamata safety (hindari CO poisoning).
- Exhaust Extractor Fan: Hisap gas buang biar area tes aman.
- Printer Thermal: Cetak sertifikat hasil langsung.
4. Untuk Alat Berat/Forklift Khusus
- Heavy-duty Analyzer: Testo 340 (tahan panas tinggi, ukur NOx).
- Load Simulator: Beban tes untuk forklift (angkat simulasi).
- Cabin Sensor: Ukur CO di kabin operator.
5. Dokumen dan Software Pendukung
- Form Sertifikat: Template digital/print untuk STNK.
- Software/Data Logger: App seperti Uji Emisi Dishub untuk simpan hasil & laporan.
- Manual Kalibrasi: Sertifikat akreditasi alat (wajib tahunan).
Tips Penggunaan
- Kalibrasi: Harian sebelum tes pertama (zero dengan udara bersih).
- Pemeliharaan: Ganti filter analyzer tiap 6 bulan.
- Sumber beli: Toko otomotif online atau supplier lab (AZ Instrument, Testo Indonesia).
Dengan alat ini, uji akurat & lulus mudah. Mau setup posko sendiri? Mulai dari gas analyzer portable! 🛠️🚗📊